Diaz Ja'i korwil Bayarin

Kang Ja’i: Bisa Jadi Jutawan di Usia 28 di Bayarin

By Bayarin I 25 Juni 2019 I

Diaz Sultonik Aziz atau yang akrab dipanggil Kang Ja’i adalah korwil Bayarin asal Subang yang lahir dari keluarga yang kurang berkecukupan. Karena itu, dulu Kang Ja’i cuma mampu disekolahkan sampai bangku SMK saja. Masuk dunia kerja, Kang Ja’i yang cuma tamatan SMK ini sulit mencari pekerjaan, apalagi bisa ‘ngarep’ dapat posisi yang enak di perusahaan.

Keluar masuk perusahaan sudah sangat biasa baginya. Kegagalan bagai sudah jadi temannya saat itu. Di tahap ini, banyak sekali orang yang memandang rendah dan meremehkan Kang Ja’i. Namun Kang Ja’i juga punya alasan kenapa ia tidak pernah berlama-lama berada di satu perusahaan.

Kang Ja’i sering merasa tidak betah kerja di bawah orang-orang. Di dalam hatinya, Kang Ja’i ingin sekali menjadi pengusaha dan menjadi bos untuk dirinya sendiri. Sampai akhirnya mimpinya itu bisa terkabul setelah ia mengenal agen PPOB Bayarin dari temannya pada 2014. Kang Ja’i pun menjadi koordinator wilayah di Bayarin.

Di Bayarin, koordinator wilayah atau korwil bertugas mencari dan menjadi pengawas loket yang ada di daerah sekitar tempat tinggalnya. Korwil juga menjadi penyambung lidah antara loket dan pihak Bayarin. Kalau loket punya keluhan masalah teknis atau operasional. Korwil juga bertanggung jawab buat membagikan kertas struk kosong ke loket-loket pegangan mereka.

Kang Ja’i bertugas memegang wilayah 4 daerah. Daerah tersebut adalah Subang, Purwakarta, Cikampek dan Indramayu. Dengan usaha keras, di akhir 2014, Kang Ja’i berhasil mengumpulkan 35 loket dengan total transaksi puluhan ribu per bulan.

“Buat di daerah saya sendiri lumayan gampang buat ngumpulin loket, karena belum banyak ada agen PPOB. Ditambah juga kan banyak temen-temen sama saudara sendiri. Tapi masuk ke daerah lain (Purwakarta, Cikampek, Indramayu) itu susah banget ngebujuk mereka sampai saya pernah diusir sama loket, pernah dikasarin dan dimarahin juga. Apalagi dulu belum punya mobil kan, bela-belain hujan-hujanan pake motor. Perjuangan banget deh,” Kenang lelaki kelahiran tahun 90 ini.

Tapi perjuangan keras tersebut berbuah manis juga. Karena Bayarin adalah agen PPOB yang bagus dan terpercaya, loket-loket yang tadinya sudah duluan memakai Bayarin menyebarkan informasi dari mulut ke mulut kepada orang yang mau jadi loket juga. Hal tersebut dirasa sangat menguntungkan bagi Ja’i.

“Jadi ga capek dua kali, kita cukup jadi pemantik aja. Sisanya, kualitas Bayarin aja yang bicara,” kekeh Ja’i.

Alhasil, di akhir 2015, Kang Ja’i berhasil i dan loketnya pun bertambah banyak. Loket-loketnya juga sempat cerita ditawarkan oleh agen PPOB lain untuk pindah. Tapi karena mereka sudah nyaman dengan Bayarin, mereka bersikeras ingin setia di Bayarin saja.

Dari karyawan, jadi jutawan

Kang Ja’i tidak pernah menyangka bahwa pekerjaan korwil yang ia mulai tanpa modal sama sekali bisa membawanya pada kesuksesan besar di usia 28. Lulusan SMK ini sekarang mempunyai total 90 loket binaan, ditambah ia juga membina korwil dan Collecting Agent (CA). total transaksinya juga sudah mencapai ratusan ribu per bulan.

Kini penghasilan Kang Ja’i berhasil mencapai belasan juta per bulan. Lebih besar dibandingkan PNS golongan IV. Malahan, Kang Ja’i juga berhasil mengumpulkan biaya untuk menikahi perempuan idamannya dari hasil menjadi korwil. Kang Ja’i sekarang sangat bahagia karena dia bisa membuktikan kepada orang-orang yang meremehkan dan memandang rendahnya dulu.

Engga cukup sampai di situ. Dari menjadi Korwil Bayarin, Kang Ja’i berhasil beli motor baru, mobil bagus sampai bisa beli rumah juga di kawasan dusun Krajan Timur, Purwodadi, Subang. Ia juga tidak perlu khawatir lagi dengan pendidikan anaknya karena uang yang ia dapatkan sudah lebih dari cukup untuk ditabung sampai anaknya bisa kuliah nanti.

Bagi Kang Ja’i, Bayarin sudah berkontribusi sangat besar pada kehidupannya. Kang Ja’i juga sudah menganggap tim Bayarin keluarga sendiri. Tidak jarang dia sengaja main ke kantor cuma untuk bertemu tim. “Timnya baik banget sih. Kalau saya ada kesulitan apapun, pasti dibantu. Rasa kekeluargaannya juga masih terasa kental banget. Bahkan kalau ke sana, saya diperlakukan sebagai teman saja sama bosnya”.

Buat para Mitra Bayarin yang lain, Kang Ja’i berpesan jangan pernah merasa gagal. Kalau dulu Kang Ja’i tidak keluar dari pekerjaannya karena masalah itu, mungkin sampai sekarang ia tidak akan pernah kenal dengan Bayarin. Pastinya sekarang ia masih jadi karyawan berpenghasilan kecil. Karenanya Kang Ja’i percaya semua kegagalan dalam hidup pasti ada maksudnya.

“Yang penting itu perjuangannya. Harus pantang menyerah. Kalau ditolak, cari lagi, cari terus, cari, cari, cari. Pelan-pelan, tapi pasti kesuksesan pasti menghampiri. Dulu saya mulai di usia 24, dalam waktu kurang dari 5 tahun Alhamdulillah udah segini.. Bayangin aja kalau mulainya lebih cepet lagi,” tutup Kang Ja’i.

Jadi gimana nih? Kamu tertarik juga engga buat mengikuti jejak Kang Ja’i dan jadi jutawan juga? Yuk mulai sekarang gabung jadi korwil Bayarin dan jadi bagian dari keluarga kami juga. Rasakan jutaan keuntungan dan kebaikan dari Bayarin sekarang juga.

Share This Post

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Related Post