Kisah Tirto Utomo yang dianggap Gila

By Bayarin I 28 Februari 2020 I

Tirto Utomo adalah seorang pendiri brand minuman air mineral yang sering kita kenal dengan nama Aqua. Kisah pak Tirto Utomo dalam mendirikan brand Aqua tidaklah mudah. Pada awal Tirto Utomo mendirikan perusahaan Aqua banyak yang mengangapnya gila karena siapa yang akan membeli air minum padahal semua orang bisa membuat sendiri. Rata – rata pada saat itu orang – orang merebus air sumur untuk diminum. Jadi tidak heran orang -orang pada saat itu menggapnya gila. Menjual minuman air putih yang semua orang memilikinya. Berat pada awalnya untuk menjual produk air minuman kemasan. Namun Tirto Utomo tetap yakin terhadap kesuksesan Aqua.

Awalnya ia memiliki ide untuk menjual air minum kemasan adalah ketika ia menjabat sebagai Deputy Head Legal dan Foreign Marketing Pertamina pada tahun 1971. Pekerjaannya mengharuskan ia untuk sering bertemu dengan orang asing untuk kontrak kerjasama dengan perusahaan asing. Namun negosiasi itu berantakan, karena istri delegasi dari Amerika Serikat pada saat itu yang sedang rapat dengan Tirto Utomo itu mendadak diare karena mengkonsumsi air yang tidak bersih yang disediakan. 

Semenjak kejadian itu Tirto mengetahui bahwa orang luar negeri tidak bisa dan tidak biasa mengkonsumsi air sumur yang direbus, namun air mineral yang steril. Pada saat itu Tirto berpikir bahwa bagaimana caranya agar ia bisa menyediakan air bersih dan steril yang dapat dikonsumsi semua orang. Maka pada saat itu ia memiliki ide untuk membuat air minuman kemasan yang bersih dan steril. Lalu ia mengirimkan adiknya untuk magang di salah satu perusahaan Thailand yang bernama Polaris untuk mempelajari bagaimana air mineral dikemas.

Setelah adiknya kembali ke tanah air, Tirto Utomo yang pada saat itu bekerja di PT Petamina memilih untuk pensiun dini dan mendirikan perusahaan air minum kemasan ini bersama adiknya dengan modal 150 juta rupiah. Bersama adiknya Slamet Utomo mereka mendirikan pabrik tersebut di daerah Bekasi pada tahun 1973 dengan nama PT. Golden Missisippi dengan merk dagang puritas. Karyawan pertamanya berjumlah 38 orang dan mampu memproduksi 6 juta liter pertahun.

Mereka menggali sumur pertamanya di atas tanah seluas 7.110 meter persegi di Bekasi. Sebelum brandnya bernama Aqua, nama brandnya merupakan Puritas. Kemudian atas masukan dari Eulindra Lim, Konsultan Indonesia yang bermukin di Singapura menyarankan agar menggunakan nama AQUA. Nama A Kwa sendiri diambil dari nama aslinya yaitu Kwa Sien Biauw sedangkan nama Tirto Utomo mulai dipakainya pertengahan tahun 1960-an yang tidak sengaja diambil yang berarti “air yang utama”.

Produk pertama yang dikeluarkan Aqua tidak langsung laku dipasaran. Pada saat itu di tahun 1974 minuman ringan berkarbonasi seperti Coca Cola, Sprite, 7 Up, dan Green Spot sedang naik daun. Sehingga menjual air putih tanpa warna dan rasa dianggap sebagai gagasan yang gila. Lalu pada tahun 1978 penjualan Aqua tersendat dan hampir bangkrut. Pada saat itu Tirto Utomo hampir menutup usahanya karena setelah lima tahun berdiri belum juga ada keuntungan yang diraih.

Ia juga menombok terus dari saat perusahan itu berdiri. Tetapi rezeki memang dari datang dari celah yang tidak terduga. Setelah tidak lakunya Aqua dengan harga yang murah maka pada saat itu Tirto dan menejemennya mengeluarkan strategi dengan menaikan harga tiga kali lipat. Pada saat itu ini menjadi hal yang sangat krusial. Bagaimana tidak ketika dalam kesulitan keuangan bukannya menurunkan harga agar pembeli datan malah menaikan harga. Ternyata hal yang tidak terduga adalah produk Aqua dengan harga tiga kali lipat malah laku dipasaran. Orang – orang jadi menilai bahwa kualitas dan mutu Aqua tinggi. Aqua pun menjadi berpindah target market ke menegah keatas dan mulai tertarik melayani produk dengan sistem berlangganan. 

Banyak yang menjadi pelanggannya adalah perusahan – perusahaan yang sering bekerja sama dengan perusahaan asing. Perlahan produk Aqua kembali bangkit dipasaran. Pada tahun 1982 Aqua mengganti bahan baku air tersebut yang semula berasal dari sumur bor menjadi sumur bor ke mata air pegunungan yang mengalir sendiri karena dianggap mengandung komposisi mineral alami yang kaya nutrisi dan mineral seperti kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan sodium. 

Salah satu pelanggannya yaitu kontraktor pembangunan jalan tol jagorawi, hyundai. Dari para insiyur Korea Selatan tersebut kebiasaan minum air mineral tersebut akhirnya diikuti oleh rekan pribumi mereka. Sehingga pada saat ini lambat laun minuman dalam kemasan pun dapat diterima di masyarakat. Lalu produk Aqua tidak pernah absen menjadi sponsor ajang olahraga seperti SEA Games, Pekan Olahraga Nasional, Kejuaraan Bulutangkis hingga World Golf Competition yang digelar di Indonesia.

Tidak ada yang menyangkan bahwa ide gila tersebut dapat menghasilkan omzet yang besar. Mengingat pada tahun – tahun terakhir Aqua hampir bangkrut dan tidak ada keuntungan. Banyak hal yang dapat kita petik dari Tirto Utomo dalam memperjuangkan brand Aqua. Pada usianya yang tidak muda pada saat itu Tirto Utomo masih semangat berjuang untuk membuat usahanya. Tirto Utomo tahu pada saat itu menjual minuman mineral bukan lah hal yang mudah dan itu merupakan suatu kesempatan besar. Dari kisah Tirto Utomo ini kita bisa ambil pelajaran yang sangat berharga untuk selalu yakin atas kesuksesan kita dan selalu jangan patah semangat dalam berjuang. Kita tidak pernah tahu atas apa yang kita perjuangkan akan menjadi hasil yang sukses sebesar apa.

Banyak usaha yang dapat kita lakukan pada zaman ini. Permintaan pembayaran tagihan akan terus ada disetiap bulan. Setiap pembayaran melalui aplikasi Bayarin akan mendapatkan komisi dari setiap transaksinya. Anda dapat menawarka jasa pembayaran ini kepada keluarga dan teman – teman anda. Banyak yang telah mendapatkan keuntungan dengan bermitra bersama kami yuk daftar dan sukses bersama kami di link Daftar ini.

Share This Post

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Related Post