Samuel Moore Walton, sederhana di kesuksesannya.

By Bayarin I 11 April 2020 I

Bagi yang belum mengetahui siapa itu Samuel Moore Walton, dia merupakan pengusaha sukses di Amerika sana. Walmart merupakan toko ritel yang dimiliki dan dibuat oleh seorang Samuel Moore Walton. Toko tersebut menjual keperluah sehari – hari seperti layaknya toko ritel. Namun yang membedakan Walmart dengan yang lain adalah Walmart memberikan harga yang murah untuk produknya sendiri. Tidak hanya harganya yang murah produk dari Walmart itu sendiri kualitasnya sangat diperhatikan. Walmart memiliki 4700 di Amerika Serikat, dengan jumlah karyawan mencapai 1,5 juta orang. Namun tidak hanya di Amerika Serikat saja Walmart juga berada di 28 Negara lainnya dengan jumlah total sekitar 11.000 an toko. 

Sam Walton lahir pada 28 Maret 1918, Kingsfisher di Oklahoma. Sam tumbuh ketika Amerika dalam ekonomi yang tidak baik. Ia dibesarkan dari keluarga yang giat dalam bekerja. Pekerjaan apapun ia lakukan dan keluarga untuk menyambung hidup, seperti mejual susu botolan yang dikemas sendiri, menjadi loper koran bahkan sampai menjadi penjaga panti. Bekerja sambilan yang ia lakukan juga hingga ia kuliah pada saat itu. Saat kuliaj ia juga sangat aktif di organisasi. Ia pernah menjad presiden badan eksekutif mahasiswa di kampusnya. Kegiatan oraganisasi tersebut ia jalani sambil ia meneruskan usaha loper korannya. Ia juga tidak melalaikan kuliah. Ketika Sam Walton kuliah ia mengakui bahwa pada saat itu dia memang sangat sibuk. Tetapi pengalaman itulah ia memahami arti uang dan kerja keras.

Lalu tiga hari setelah lulus dari Universitas Missouri, ia bekejra di J.C Penny yang merupakan toko ritel di sana. Dengan pengalamannya di J.C Penny, Sam Walton banyak mendapatkan ilmu dan segala sesuatu tentang bisnis tersebut. Setelah lulus sebenarnya ia ingin melanjutkan S2, untuk mengambil jurusan FInance di Wharton. Namun ia menyadari bahwa jika ingin melanjutkan kuliah ia harus bekerja sambilan lagi seperti saat ia kuliah S1. Ia merasa lelah dan merasa kehidupan tersebut terlalu sibuk. Oleh karena itu ia memutuskan untuk melamar pekerjaan di J.C Penny. Satu setengah tahun kemudian ia sempat masuk wajib militer Angkatan Darat Amerika di unit Intelejen namun setelah itu ia mengundurkan diri dan lebih memilih membuat usaha dengan adiknya James. Sam Walton memulai bisnisnya dengan meminjam uang sebesar US$25.000 dari ayah mertuanya.

Saat itu mereka membuka toko waralaba pertamanya dengan nama Ben Franklin Franchise di Newport, Arkansas pada tahun 1945. Lalu pada tahun 1962 Sam membuka Wal-Mart Stores Inc. Usaha yang dikembangkannya tersebut tumbuh menjadi perusahaan terbesar di dunia pada tahun 2010. Sebelumnya penjualan Wal-Mart tetap stabil malah cenderung meningkat lebih dari 40% pada saat krisis ekonomi Amerika 1991. Sam Waton tercatat jadi salah satu  orang terkaya dunia menurut majalah Time 1998. Ia masuk ke dalam daftar “100 orang berpengaruh dari abad ke-20”. Lalu satu bulan setelah ia meninggal pada tahun 1992, Sam memperoleh penghargaan “Presidential Medal of Freedom”. Pada tahun 1988 ia memutuskan untuk tidak menjadi CEO lagi namun ia tetap aktid di perusahaan hingga akhir hayatnya. Wal-Mart berkembang sangat cepat dengan saham perusahaan ritel terbesar di Amerika yang mampu bersaing dengan Sears, Roebuck & Company.

Pada saat itu ia sudah merasa passionnya adalah berbisnis di bidang retail. Pada waktu senggang dia biasanya akan pergi ke perpustakaan untuk mencari buku – buku tentang retail. Ia juga mempelajari tentang department store yang ada di tempatnya bertugas. “Satu-satunya pengalaman saya adalah saat bejerja di Penney, tapu saya memiliki kepercayaan bahwa saya bisa sukses.” Helen, istri Sam pada saat itu memintanya untuk memulai bisnis di kota kecil saja dikarenakan Helen ingin tinggal di kota kecil. Saat itu tidak banyak perusahaan supermarket yang berani membuka di kota dengan jumlah penduduk kurang dari 10 ribu orang. Namun Sam dapat sukses menjalankan supermarket di kota dengan penduduk 5 ribu orang dengan konsep diskonnya.

Konsepnya adalah jika ia membeli baju seharga $0,8 per potong. Umumnya supermarket lain akan menjualnya kembalu seharga $1,2 namun Sam menjualnya seharga $1. Ia mengamati walau dengan margin kecil tetapi jika banyak orang yang datang maka akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar, dan benar saja saat itu barang terjual 3 kali lebih banyak. Pada zamanya tidak ada orang tang menggunakan metode tersebut. Pada saat itu ia sempat mempresentasikannya konsep tersebut pada kantor perushaan Benjamin Franklin, namun mereka tidak tertarik untuk bekerja sama. Dari penolakan itulah ia mendirikan Wal-Mart yang pertama, setelah 20 tahun menggunakan franchise Benjamin Franklin.

Setelah mendirikan Wal-Mart, Sam tidak berhenti belajar. Ia sering mewawancarai manajer – manajer hingga kasir dan pramuniaga di supermarket lain untuk menanyakan masalah teknis yang dapat ia gunakan untuk Wal-Mart. Poin-poin tersebut dia catat di buku dan setelah ada recorder dia merekam seluruh wawancara yang ia lakukan. Sam Walton sering mulai bekerja sangat pagi, ia sering bekerja mulai dari jam 4.30. Menurutnya jam-jam tersebut merupakan jam yang sangat tenang dan sangat berharga untuk berpikir, membuat rencana, dan mengatur pekerjaan-pekerjaannya. Biasanya dia mulai dengan menulis artikel untuk buletin perusahaannya dan dilanjutkan dengan mengunjungi supermarket-supermarketnya di berbagai daerah. Ia melakukan hal tersebut karena ia manyukai hal-hal yang ia lakukan tersebut.

Semasa hidupnya Sam selalu hidup sederhana sampai ia meninggal. Bersama istri yang dinikahinya pada 1943 yang bernama Helen. Meeka tetap tinggal di rumah yang sama di Bentovilee, Missouri, yang sudah mereka tempati sejak 1959. Sam dan Helen memiliki empat anak. Meski merupakan salah satu daftar orang terkaya di dunia ia pada saat itu tetap mengendarai Ford pick-up merah produksi tahun 1985. Ia meninggalkan kekayaan sebesar lebih dari US$23 Miliar pada saham Wal-Martnya sendiri. Sebelum kematiannya ia sempat menulis sebuah buku dengan judul “Sam Walton, Made in America”. Pada tahun 1997 lima tahun setelah kematiannya, perusahaan yang ia tinggalkan telah berkembang jauh dengan pendapatan sebesar US$104,8 Miliar per tahun.

 

Share This Post

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Related Post